Fakta Unik & Menarik Satelit Merah Putih



Seperti yang sudah diketahui, satelit terbaru milik telkom yakni satelit merah putih telah diluncurkan pada tanggal 8 Agustus yang lalu. Satelit tersebut membawa berbagai macam transponder yang beberapa diantaranya adalah 24 transponder C-Band dan 12 transponderExtended C-Band dengan jangkauan Asia Tenggara. Satelit ke 10 dari telkom ini memili berat 5.800 kg ini merupakan satelit yang diluncurkan untuk menggantikan satelit telkom 1 yang mengalami anomali pada bulan Agustus 2017 yang lalu.

Selain hal itu, satelit merah putih juga ditargetkan untuk mampu memperkuat bisnis telekomunikasi dan satelit telkom yang telah beroperasi sebelumnya. Peluncuran satelit ini pun menjadi sebuah bukti kemampuan Indonesia di dalam kancah dunia digital di tingkat Internasional. Dengan adanya satelit yang baru ini, tentu saja diharpakan mampu memberikan kualitas layanan yang lebih baik bagi para pengguna sarana telekomunikasi. Namun, tahukah kalian jika ada banyak sekali hal – hal yang menarik mengenai satelit merah putih yang satu ini ? Berikut ini adalah fakta unik dan menarik dari satelit merah putih :

 

1. Menggantikan Satelit Telkom 1

Beberpa bulan yang lalu, tepatnya pada pertengahan Agustus 2017 yang lalu, kita sempat kebingungan disaat ada banyaknya siaran televisi yang mengalami gangguan dan seringnya mesin – mesin ATM yang mendadak offline. Dan hal tersebut ternyata diakibatkan oleh adanya mall fungsi dari satelit telkom 1. Hal tersebut sih sebenarnya wajar saja terjadi mengingat usia dari satelit telkom 1 yang sudah tua. Dan untuk menangani hal tersebut, Pihak Telkom Indonesia dengan segera melakukan tindakan pemesanan satelit baru yakni satelit telkom 4 yang diberi nama satelit merah putih.

 

2. Satelit milik Telkom yang ke-10

Sejak Telkom meluncurkan satelit pertama kalinya pada tahun 1978 silam, satelit merah putih merupakan satelit ke 10 milik telkom yang diluncurkan ke luar angkasa.Satelit pertama telkom adalah Satelit Palapa A1 yang diluncurkan pada 9 Juli 1976. Selanjutnya, Telkom melancarkan bisnis satelitnya lewat peluncuran Satelit Palapa A2 pada 1977.
Kemudian, Telkom telah meluncurkan Palapa B1 pada 16 Juni 1983, Palapa B2P pada 21 Maret 1987, Palapa B2R pada 14 April 1990, Palapa B4 pada 14 Mei 1992, Telkom 1 pada 13 Agustus 1999, Telkom 2 pada 15 November 2005, Telkom 3S pada 15 Februari 2017, dan yang terbaru Satelit Merah Putih.
Saat ini, Satelit Telkom 2 ditargetkan beroperasi sampai tahun 2020, Telkom 3S beroperasi sampai tahun 2032, dan Merah Putih hingga tahun 2034.

 

3. Harga yang Lebih Murah

Mungkin bisa dibilang berbeda dengan satelit yang lainnya, satelit merah putih bukanlah rancangan sendiri dari Telkom Idonesia. Satelit ini diluncurkan atas kerjasama Telkom dengan dua perusahaan Amerika Serikat yakni SSL sebagai pabrik pembuatan satelit dan SpaceXsebagai perusahaan yang menyediakan peluncuran satelit. SSL atau yang memiliki kepanjangan Space Systems Loral ini mampu menyelesaikan satelit yang dipesan oleh telkom Indonesia dengan waktu yang lebih cepat diluar perkiraan. Selain itu biaya yang digunakan untk pembuatan dan peluncuran satelit ini pun lebih murah. JIka dibandingakan dengan satelit Telkom yang sebelumnya yakni satelit telkom 3S, maka satelit Merahg Putih ini memiliki harga yang 25% lebih murah. Dimana jiika sateli telkom 3s menelan biaya 215 juta dolas AS, atau jika dirupiahkan maka sebesar 3.1 triliuyn rupiah. Sedangkan satelit merah putih ini hanya menghabisakan biaya sebesar 166 juta dolar atau sekitar 2.4 triliun rupiah

 

4. Menggunakan roket Falcon 9 SpaceX

Salah satu perusahaan Internasional yang bekerja smaa dengan pihak telkom untuk meluncurkan satelit merah putih ini ke orbitnya di luar angkasa adalah perusahaan luar angkasa milik Elon Musk yakni SpaceX. Telkom memilih SpaceX sebagai perusahaan partner karena perusahaan ini mampu memberikan penghematan biaya dikarenakan sistem pendorong roket milik SpaceX ini bisa digunakan berulang kali. Oleh karenanya biaya peluncuran pun menjadi lebih murah dibandingkan dengan yang lainnya. Sebelumnya, Roket milik SpaceX ini telah menerbangkan sebuat satelit milik Bangladesh dan kini untuk yang kedua, roket ini juga menerbangkan satelit Merah Putih Indonesia. Sistem pendorong roket yang digunakan oleh SpaceX ini pun dikatakan mampu untuk digunakan sampai sepuluh kali pemakaian.

 

5. Jangkauan satelit yang luas

Sebagai sebuah satelit telekomunikasi yang diluncurkan oleh telkom, satelit ini memiliki jangkauan yang lebih luas dan tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh Indonesia saja. Satelit merah putih seperti yang diketahui sebelumnya, membawa 60 transponder aktif yang terdiri dari 24 transponder C-Band dan 12 Transponder Extended C-Band yang akan melayani berbagai wilayah di Asia Tenggara termausk Indonesia. Selain itu, 24 transponder C-Band dari satelit ini juga mampu menjangkau kawasan Asia Selatan. Untuk posisi orbitnya sendiri, satelit Merah putih rencananya akan mengorbit di posisi 108 derajat Bujur Timur (108 BT)

 

6. Uji Static Fire

Sebelum meluncurkan satelit ini, SpaceX telah melakukan sebuah uji coba static fire pada kendaraan peluncur milik satelit merah putih dan tidak ada masalah ataupun kendala dalam pengujian tersebut. Uji Coba Tersebut bertujuan untuk memastikan tidak ada masalah ataupun kendala saat peluncuran satelit nantinya dan sistem bisa berjalan lancar sesuai dengan prosedur dari peluncuran satelit ini.

 

7. Nama Satelit Merah Putih

Satelit Merah putih yang telah diluncurkan tersebut adalah satelit telkom yang sebenarnya bernama satelit telkom 4. Namun nama tersebut diganti sebelum peluncuran sesuai dengan nama yang di sayembarakan PT Telkom pada karyawannya.

similar posts

+ VIDEO PILIHAN MORE >