Gila !!! Ilmuan Ciptakan Rahim Buatan Untuk Bayi Prematur

2 tahun lalu, by blogunik

Sekelompok penelitian baru saja mengumumkan keberhasilan mereka menumbuhkan delapan janin domba yang terlahir prematur dalam rahim buatan selama empat jam. Perangkat tersebut berupa kantong plastik berisi cairan ketuban kaya nutrisi. Itu telah berhasil di uji pada janin domba yang setara dengan bayi berusia 23 minggu. Biobag, nama kandungan buatan tersebut, dirancang untuk membantu janin yang terlahir beberapa bulan lebih awal agar dapat bertumbuh secara normal seperti di dalam uterus.

Tidak seperti inkubator konvensional, alat ini benar-benar telah mereproduksi kondisi dalam rahim yang sebenarnya. Jantung bayi sendiri mentransfer darah melalui tali pusar ke mesin luar yang menggantikan plasenta ibu. Cairan ketuban yang digunakan telah diperkaya dengan nutrisi yang mengalir masuk dan keluar dari biobag yang terkontrol dengan suhu dan steril. Tujuannya adalah untuk menyediakan lingkungan di mana bayi prematur yang kecil dapat dengan aman mengembangkan paru-paru dan organ tubuh lainnya selama periode kritis dari 23 sampai 28 minggu setelah pembuahan. Selama ini, janin-janin sangat prematur (terlahir sebelum minggu ke-28) yang berhasil dilahirkan membutuhkan perawatan ekstra, mulai dari ventilasi mekanis, medikasi, dan IV untuk nutrisi dan cairan. Lalu, setelah melewati masa-masa awal tersebut, sebanyak 20 hingga 50 persen masih harus mengalami berbagai masalah kesehatan karena pertumbuhan organ yang terhambat.

Melalui Biobag, janin-janin tersebut dapat merasakan pertumbuhan yang lebih normal, menumbuhkan organ yang dibutuhkan, dan meminimalisir penyakit bawaan. Untuk mensimulasikan uterus ibu, Biobag terdiri dari plastik bening berisi cairan elektrolit yang dilengkapi dengan sistem sirkulasi buatan. Cairan ini mirip dengan cairan amniotik di dalam uterus dan bergerak keluar masuk dari kantung untuk membersihkan Biobag, melindungi janin dari bakteria, dan menjaga agar paru-paru janin tetap berisi cairan. Lalu, untuk mensimulasikan sistem sirkulasi darah yang menghubungkan ibu dengan janin dan menukar karbon dioksida menjadi oksigen, Flake dan koleganya menciptakan sebuah sistem sirkulasi buatan tanpa pompa. Hal ini karena darah perlu mengalir dengan tekanan yang cukup, tetapi pompa buatan dapat merusak jantung bayi.

Mereka pun menghubungkan tali pusar janin dengan sistem sirkulasi buatan dan membiarkan detak jantung janin memompa sirkulasinya. Sejauh ini, Flake dan koleganya telah menguji cobakan Biobag pada delapan anak domba yang terlahir setelah 105 hingga 120 hari dalam kandungan (seperti janin manusia yang lahir pada minggu ke-22 dan 24) selama empat minggu. Setelah empat minggu, kedelapan anak domba dipindahkan ke ventilasi mekanis biasa seperti bayi prematur pada umumnya. Mereka memiliki tingkat kesehatan yang sama dengan bayi domba berusia sama yang terlahir melalui proses cesarian section. Kemudian, ketika salah satu anak domba yang telah bisa bernafas sendiri disuntik mati dan diotopsi, para peneliti menemukan bahwa paru-paru dan jantung, kedua organ yang biasanya terganggu akibat kelahiran prematur, berfungsi layaknya janin domba yang terlahir normal.

Kini, para peneliti berniat untuk mengujicobakan Biobag pada janin manusia, tentunya setelah riset lebih jauh telah dilakukan untuk memastikan keamanannya. “Aku rasa cukup realistis untuk memperkirakan bahwa uji coba pertama pada manusia dapat dilakukan tiga tahun lagi,” kata Flake.

 

Baca Juga :

Mobil-mobil Unik Ini Akan Memanjakan Mata Bagi Pengguna Jalan
Hyperloop, “kereta api” super cepat mendekati supersonik
Wow!! Singapura Menjual Mobil Mewah Dengan Mesin Penjual Otomatis