Kebiasaan Sepele Yang Harus Dihindari Saat Sedang Hamil

3 minggu lalu, by blogunik

Setiap pasangan yang menikah, pastinya ingin segera mendapatkan momongan. Sehingga kehamilan menjadi hadiah terindah bagi para pasangan suami istri. Namun tak semua wanita yang telah menikah dapat hamil dengan mudah. Bahkan banyak pasangan suami istri yang melakukan berbagai macam usaha agar mendapatkan kehamilan. Oleh sebab itu, tak heran jika saat kehamilan terjadi, maka ada banyak hal yang harus dilakukan dan dihindari guna menjaga janin dalam rahim tetap terlindungi hingga ia lahir kelak dengan sehat dan selamat.

Ya, seperti yang ibu-ibu tahu, ada banyak hal yang pantang dilakukan oleh wanita-wanita dimasa kehamilan mereka. Namun terkadang ibu hamil menganggap sepele pantangan-pantangan tersebut dan saat sesuatu yang buruk terjadi pada janin mereka, barulah mereka menyesal. Oleh sebab itu, meskipun berat hendaknya para ibu hamil menerapkan pola hidup sehat dan menghindari berbagai jenis kegiatan yang buruk bagi kesehatan ibu dan bayi. Karena pada dasarnya kesehatan janin sangat bergantung dengan kesehatan ibunya. Jika ibunya menerapkan gaya hidup yang sehat, tentu tumbuh kembang bayi akan maksimal. Sebaliknya, jika ibu hamil memiliki kebiasaan buruk, kesehatan janin bisa terpengaruh.

Lalu, kebiasaan yang seperti apa saja yang tidak boleh dilakukan saat sedang hamil? Untuk itu, khusus buat para ibu ataupun para mama yang sedang hamil anak pertama, berikut berbagai kebiasaan sepele yang harus kalian hindari saat sedang hamil. Check it out guys!

1. Duduk terlalu lama

Ibu hamil memang nggak boleh kelelahan, jadi nggak heran kamu mereka perlu istirahat banyak. Tapi, meskipun kamu harus beristirahat banyak, bukan berarti kamu bisa bermalas-malasan dengan duduk membaca majalah ataupun menonton gosip. Meskipun terlihat sepele, ternyata kebiasaan duduk terlalu lama rupanya harus dihindari oleh ibu hamil.

Dikutip daru HelloSehat.com, menurut studi yang dilakukan oleh University of Warwick menunjukkan adanya hubungan antara ibu hamil, depresi, dengan kebiasaan duduk dalam waktu lama. Tim peneliti menjelaskan bahwa gejala depresi lebih rentan terjadi pada ibu hamil yang sering duduk atau tiduran dalam waktu yang lama.

Duduk atau tiduran dalam waktu yang lama bisa menimbulkan kecemasan dan stres bagi ibu hamil. Contohnya, duduk berdiam diri dapat membuat ibu hamil merasa kesepian, takut dengan persalinan, atau cemas pada perubahan tubuhnya. Depresi yang menyerang ibu hamil ini tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan mental, tapi juga menggangu perkembangan bayi di dalam kandungan.

Pasalnya, orang yang depresi akan dirundung perasaan sedih, bersalah, dan tidak bisa menikmati aktivitas yang dulunya disenangi. Bila dibiarkan, nafsu makanannya bisa memburuk. Akibatnya, nutrisi yang dibutuhkan tidak akan tercukupi dan akhirnya menghambat perkembangan tubuh janin.

2. Terlalu lama berdiri

Mungkin akan terdengar serba salah, tapi selain dilarang duduk terlalu lama, ibu hamil juga dilarang untuk berdiri terlalu lama. Pasalnya beberapa wanita hamil yang berdiri dalam jangka waktu yang lama, terutama selama trimester terakhir, rentan mengalami sakit punggung dan pembengkakan pada kaki.

Selain itu, berdiri lama juga bisa membuat ibu hamil cepat lelah. Jadi, agar tidak menjadi kebiasaan yang buruk bagi ibu hamil, luangkan waktu untuk duduk. Kamu juga dapat memberikan pijatan lembut pada kaki. Salah satu pekerjaan yang dapat membuatmu berdiri lama adalah memasak. Agar tidak berdiri terlalu lama ketika memasak, kamu bisa duduk saat memotong bahan makanan atau sewaktu menunggu makanan matang.

3. Merokok dan berada disekeliling perokok

Seperti yang kita tahu bahwa merokok adalah kebiasaan buruk bagi setiap orang apalagi buat ibu hamil. Tentu kebiasaan merokok harus dihindari sedini mungkin. Selain kebiasaan merokok, ibu hamil juga sangat dilarang berada ditempat dengan paparan asap rokok. Pasalnya meskipun tidak merokok, tapi asap rokok juga akan terhirup jika ibu hamil berada di lingkungan perokok.

Ibu hamil yang sering menghirup asap rokok berisiko melahirkan bayi prematur. Selain itu, bayi yang dilahirkan kemungkinan juga memiliki kemungkinan mengalami berat badan lahir rendah dan masalah pernapasan, seperti alergi dan asma. Untuk menurunkan risiko tersebut, ibu hamil harus berhati-hati. Jauhi area untuk perokok, pakai masker saat keluar rumah, dan minta pasangan untuk berhenti merokok.

4. Lupa meminum tablet penambah darah dari dokter

Kebiasaan buruk yang sering dianggap sepele oleh ibu hamil berikutnya adalah keseringan lupa meminum tablet penambah darah dari dokter. Hayooo siapa yang sering melakukannya?

Perlu untuk diketahui, tablet penambah darah memiliki kandungan zat besi yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel-sel darah yang penting bagi ibu hamil dan janinnya. Karena selama hamil, kebutuhan zat besi akan meningkat, makanya ibu hamil diresepkan dokter untuk meminum tablet penambah darah.

Sayangnya, ibu hamil sering kelupaan untuk minum tablet penambah darah. Padahal, suplemen ini bisa mencegah anemia pada ibu hamil dan mendukung pertumbuhan janin. Jadi mulai sekarang pasanglah pengingat agar kamu tidak kelupaan meminum tablet penambah darahmu.

5. Memakai sepatu hak tinggi

Kebiasaan Sepele Yang Harus Dihindari Saat Sedang Hamil

photo via kidsimgaw.pw

Memakai sepatu hak tinggi memang kesukaan wanita, bahkan menjadi hal wajib ketika akan berpergian. Tapi ketika kamu berada dalam masa kehamilan sebaiknya kebiasaan ini dihentikan untuk sejenak. Pasalnya Saat tubuh mengalami perubahan bentuk dimana perut semakin membesar, maka tubuh ibu hamil akan menjadi tumpuan utama berat badan terutama pada bagian punggung dan otot pinggang. Jika kamu memakai sepatu hak tinggi maka otot yang bekerja untuk pinggang akan semakin tegang.

Ketegangan otot inilah yang menyebabkan tubuh ibu hamil tidak nyaman dan terasa sakit pada bagian punggung, pinggang dan betis.
Hal ini dapat membuat ibu hamil kurang nyaman dan mudah lelah.

Selain itu, memakai sepatu hak tinggi saat hamil juga dapat menyebabkan kaki bengkak sehingga kaki menjadi tidak stabil dan menyebabkan resiko jatuh menjadi lebih besar karena keseimbangan yang buruk. Efek paling berbahaya adalah kontraksi karena ketegangan otot atau keguguran akibat jatuh. Jadi sebaiknya ibu hamil menggunakan flat shoes dengan keselamatan janin dan si ibu hamil sendiri.

6. Memakai busana ketat dan tidak nyaman

jangan gunakan pakaian terlalu ketat ketika hamil

Photo via wikihow.com

Demi mengikuti trend dan tidak mau dikatakan ketinggalan jaman, janganlah memaksakan tubuh kamu untuk menggunakan busana kekinian padahal kamu tahu itu ketat dan tidak nyaman digunakan apalagi disekitar perut. Pasalnya menggunakan pakaian yang terlalu ketat pada bagian perut akan membuat janin juga merasakan tertekan, terlebih jika bahan pakaian tersebut tidak lentur atau mengikuti bentuk tubuh.

Akibatnya janin akan kesulitan mendapatkan asupan oksigen secara sempurna. Janin juga akan kesulitan bergerak, terutama yang telah berusia 5 bulan keatas. Menggunakan pakaian ketat juga dapat mengakitbatkan iritasi pada perut sang calon ibu karena adanya komplikasi antara keringat dengan zat kimia pada pakaian.

Jadi sebaiknya pakailah pakaian yang longgar, akan lebih baik jika menggunakan baju khusus ibu hamil ataupun daster yang murah meriah. Jikapun ingin mengikuti trend, saat ini ada banyak kok, busana ibu hamil yang trend dan nggak kalah modis dengan busana anak remaja.

7. Mengecat rambut

Buat para ibu hamil yang baru memasuki trimester pertama sebaiknya hindari mengecat atau mewarnai rambut. Meskipun tidak terlalu bahaya, namun paparan bahan kimia yang terkandung dalam pewarna rambut tetap dapat membahyakan janin.

Namun, untuk meminimalkan efek buruk yang mungkin timbul, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mewarnai rambut. Salah satunya adalah menghindari kontak langsung antara kulit kepala dengan bahan kimia dari pewarna rambut. Pasalnya jika terjadi kontak, bahan kimia dalam pewarna rambut mungkin saja akan masuk melalui kulit kepala dan akan diteruskan ke janin.

Namun bagaimana kalau ibu hamil tetap ingin mewarnai rambutnya? Kebanyakan ahli menganjurkan ibu hamil untuk menunggu hingga usia kehamilan sudah lebih besar untuk mewarnai rambut. Waktu yang dianggap aman adalah setelah menginjak usia kehamilan trimester kedua.

8. Berendam air hangat atau sauna

Bagi orang pada umumnya berendam dalam air hangat atau melepas penat diruang sauna mungkin menjadi hal yang biasa dan menyenangkan. Tapi ada pengecualian untuk para ibu hamil. Sebab aktifitas ini merupakan aktifitas yang berbahaya untuk ibu hamil dan harus dihindari. Ibu hamil sama sekali tidak boleh masuk ke sauna atau kolam air panas.

Air panas bisa menyebabkan komplikasi kehamilan dan keguguran. Air panas yang berlebihan bisa menyebabkan janin mengalami dehidrasi, keluarnya cairan yang berlebihan, kurangnya air ketuban dan membuat resiko kematian menjadi lebih tinggi.

9. Tidur dengan posisi terlentang, tengkurap, miring ke kanan dan kaki diangkat ke atas

Kebiasaan Sepele Yang Harus Dihindari Saat Sedang Hamil

photo via tommys.org

Meski terdengar sepele tapi ibu hamil juga tidak boleh tidur dengan posisi semau gue lho! Pasalnya terdapat beberapa posisi tidur ibu hamil yang tidak boleh dilakukan selama masa kehamilan. Posisi apa saja? Berikut ulasannya!

  • Terlentang

    Pertama, posisi tidur ibu hamil yang berbahaya adalah terlentang. Faktanya, tidur terlentang membuat aliran darah ke plasenta janin menjadi terhambat. Jika tidak segera diubah, kebiasaan ini ditakutkan dapat memicu malnutrisi bahkan kematian pada janin.

  • Tengkurap

    Selanjutnya, ibu hamil tidak dianjurkan untuk tidur dengan posisi tengkurap. Kenapa? Karena sudah pasti hal ini dapat membuat janin terhimpit. Selain itu, kebiasaan tidur ini juga dapat memicu komplikasi mengerikan yang lain, seperti terganggunya saluran pernapasan dan pencernaan ibu; serta terhambatnya aliran nutrisi dan oksigen bagi janin yang dapat meningkatkan risiko keguguran.

  • Miring ke kanan

    Posisi tidur ibu hamil yang berbahaya selanjutnya adalah miring ke kanan. Pasalnya posisi tidur ini akan membuat janin menghimpit organ hati ibu. Jika tidak segera diubah, maka ditakutkan hal ini dapat mengancam keselamatan ibu dan janin.

  • Kaki diangkat ke atas

    Jarang yang mengetahui bahwa posisi tidur dengan kaki lebih tinggi daripada tubuh ternyata berbahaya bagi ibu hamil. Hal ini dikarenakan selain membuat ibu hamil mudah merasa lelah dan sering buang air kecil, posisi tidur ini juga terbukti dapat mempersempit ruang janin.

  • Telentang dengan kepala lebih tinggi

    Terakhir, posisi tidur ibu hamil yang berbahaya adalah telentang dengan kepala yang lebih tinggi. Para ahli menyimpulkan bahwa posisi ini dapat membuat pasokan oksigen ibu terbatas. Selain itu, posisi ini juga dapat meningkatkan tekanan pada beberapa organ, seperti ginjal, plasenta, hati, dan punggung.

Untuk itu disarankan agar ibu hamil menggunakan posisi miring ke kiri ketika hendak tidur untuk menjaga janin tetap aman. Pasalnya sebuah studi dari Selandia Baru mengungkapkan bahwa tidur dengan posisi tubuh miring ke kiri dapat menurunkan risiko kematian janin. Hal ini dikarekan saat posisi si ibu tidu menyamping kekiri, ibu secara tidak langsung telah meminimalisir risiko tertekannya janin akibat himpitan organ tubuh. Selain itu, posisi ini juga dipercaya dapat memperlancar saliran darah ke plasenta.

Selanjutnya, ibu hamil juga dapat mencoba tidur dengan menggunakan tumpukan bantal yang diletakkan di bawah tubuh bagian atas. Dengan cara begini, ibu tidak hanya akan merasa nyaman, namun juga terhindar dari risiko mual dan muntah.

10. Mengangkat atau memindahkan benda berat

Wanita pada pasarnya memiliki kemampuan layaknya pria. Wanita yang telah berumah tangga contohnya. Ketika suami tak ada dan sibuk bekerja, mereka melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga seperti mengangkat tabung gas, ember yang berisi cucian basah, bahkan mengangkat galon ke dispenser. Tentunya semua benda tersebut adalah benda berat yang biasa mereka angkat. Namun ketika sedang hamil kamu harus menghindari kegiatan mengangkat benda berat tersebut.

Ketika hamil, perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh membuat sendi dan ligamenmu menjadi lebih lemah. Akibatnya, kamu lebih berisiko mengalami cedera atau nyeri otot jika mengangkat atau memindahkan benda berat. Selain itu, kamu juga perlu lebih hati-hati dengan punggungmu, sebab membawa janin di dalam rahim saja sudah memberi banyak tekanan kepada punggungmu. Jika tetap memaksakan diri untuk mengangkat atau memindahkan benda berat, kamu berpotensi besar untuk mengalami nyeri punggung.

Mengangkat atau memindahkan benda berat saat hamil juga dapat memicu munculnya kondisi yang lebih serius, seperti perdarahan, persalinan prematur, dan air ketuban pecah dini. Oleh karena itu, serahkan pekerjaan tersebut kepada suami tercinta atau lebih baik jika memiliki asisten rumah tangga yang siap membantumu melakukan pekerjaan rumah tangga.

11. Mengepel lantai

Mungkin mengepel lantai terlihat seperti pekerjaan yang sepele dan tidak berbahaya. Tapi jika itu dikerjakan oleh ibu hamil maka mengepel lantai menjadi pekerjaan yang berbahaya. Ya bagi ibu hamil, mengepel lantai adalah salah satu kegiatan yang harus dilakukan secara berhati-hati, atau lebih baik dihindari sekalian. Pasalnya mengepel lantai dapat menimbulkan linu pada pinggul dan peradangan saraf siatik.

Apalagi ditambah dengan posisi saat mengepel yang dapat memberikan tekanan pada janin sehingga membuat kehamilan menjadi beresiko. Selain itu, keadaan lantai yang basah oleh air sabun pembersih lantai juga dapat mengakibatkan ibu hamil rentan tergelincir dan jatuh.

12. Makan telur/daging mentah ataupun setengah matang

Kebiasaan Sepele Yang Harus Dihindari Saat Sedang Hamil

photo via sg.news.yahoo.com

Di beberapa negara tertentu konsumsi daging mentah memang sangat umum dijumpai. Contohnya seperti Jepang yang memiliki kebiasaan konsumsi daging ikan mentah seperti sajian sashimi, sushi atau hidangan dari daging sapi mentah.

Mungkin kamu salah satu penggemar makanan mentah? Jika kamu sedang hamil, hendaknya selama masa kehamilah kamu berhenti dulu mengkonsumi makanan mentah ataupun setengah matang seperti daging mentah atau diolah setengah matang. Pasalnya daging mentah beresiko mengandung toksoplasmosis. Ini adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang dapat hadir dalam daging mentah, tetapi terbunuh selama proses memasak.

Hindari juga telur mentah saat kehamilan untuk mencegah potensi masuknya bakteri salmonella dari telur. Ini berlaku untuk semua telur, baik ayam, burung puyuh dan bebek. Mengkonsumsi makanan mentah terutama daging maupun telur mentah lebih rentan terhadap penyebab penyakit seperti virus, bakteri dan cacing. Kondisi ini bisa berbahaya bagi janin yang sedang berkembang.

13. Buah dan sayuran yang tidak dicuci

Kebiasaan sepele yang harus dihindari oleh para ibu hamil berikutnya adalah kebiasaan mengkonsums buah ataupun sayuran yang belum dicuci. Pasalnya kuman dan parasit yang menempel pada buah atau sayuran tersebut dapat menyebabkan infeksi. Salah satu jenis parasit yang dapat mengkontaminasi buah atau sayuran adalah Toxoplasma. Parasit ini dapat menyebabkan kebutaan dan gangguan otak pada janin. Untuk itu pastikan untuk mencuci dengan benar dan bersih semua buah dan sayuran yang akan kamu konsumsi.

14. Minum obat tanpa resep dokter

Selama masa kehamilan ibu hamil umumnya rentan merasakan berbagai macam gejala penyakit yang membuat kondisi badan menjadi tidak nyaman. Karena hal itu banyak dari mereka yang mengkonsumsi obat bebas tanpa petunjuk dokter. Pemakaian berbagai jenis obat untuk mengatasi lelah, diare, pusing, mual dan berbagai keluhan lain sangat dilarang. Obat-obatan ini bisa mengandung bahan berbahaya yang menyebabkan gangguan kesehatan pada janin.

Selain itu, meskipun dianggap obat alami namun pemakaian obat-obat herbal juga harus diperhatikan. Pasalnya beberapa obat herbal juga memiliki efek penipisan darah. Obat herbal juga dapat mempengaruhi janin sehingga berkontribusi pada kelahiran prematur atau keguguran. Jadi konsultasi ke dokter kandunganmu untuk memeriksakan kesehatan ibu dan janin daripada mengkonsumsi sembarang obat.

15. Melanggar jadwal cek kehamilan rutin

Jangan beralasan karena tak ada yang mengantar jadi ibu hamil dengan mudah bisa absen dari jadwal cek kehamilan rutin. Meskipun suami tak bisa mengantar namun saat ini kamu bisa menggunakan jasa driver online untuk mengantarmu kemana saja termasuk ke klinik ataupun rumah sakit tempatmu melakukan cek kehamilan.

Pasalnya melakukan cek kehamilan ini sangatlah penting untuk memastikan si ibu dan janin yang dikandungnya sehat. Selain itu dapat mengidentifikasi tanda-tanda jika semisalnya terjadi sesuatu yang tidak berjalan dengan baik.

Dari pemeriksaan rutin juga dapat menjadi sumber informasi yang berguna tentang kesehatan dan gaya hidup dan apa yang dapat membantu atau yang perlu dihindari selama kehamilan. Salah satu aspek paling penting dari pemeriksaan kehamilan rutin, adalah menguji tekanan darah dan urin.

Setiap kelainan dalam tes ini dapat menunjukkan kemungkinan terjadinya diabetes gestasional dan preeklampsia, yang keduanya dapat mengancam jiwa si ibu dan juga janin. Pemeriksaan rutin kehamilan juga menguji ukuran dan detak jantung bayi, dan penting untuk memastikan bahwa bayi tumbuh dan berkembang secara normal.

16. Mengkonsumsi makanan dan minuman manis

Kebiasaan Sepele Yang Harus Dihindari Saat Sedang Hamil

photo via midatlanticwomenscare.com

Di masa awal-awal kehamilan, biasanya ibu-ibu hamil akan mengidam makanan tertentu, ada yang ingin makan yang asam-asam tapi banyak juga yang mengidam makanan dan minuman yang manis. Nah jika kamu salah satunya, ada baiknya jika kamu mengurangi asupan makanan maupun minuman manis selama kehamilan. Pasalnya, sering mengkonsumsi gula dalam jumlah banyak membuat ibu berisiko mengalami diabeter. Ibu hamil mengalami diabetes akan lebih mudah terkena infeksi dan berisiko menurunkan penyakit tersebut ke janin. Selain itu diabetes yang dialami ibu juga berisiko menyebabkan pertumbuhan janin jadi terganggu, pertumbuhan janin yang amat besar (makrosomia) hingga keguguran.

17. Lupa minum air

Meskipun tidak haus, namun ibu hamil harus rutin meminum air. Pasalnya dehidrasi atau kekurangan asupan air dalam tubuh bisa berakibat serius pada kehamilan kamu, seperti kekurangan cairan amniotik dan kemungkinan persalinan prematur. Untuk itu, ibu hamil direkomendasikan untuk meminum minimal 10 cangkir cairan perhari, sudah termasuk jus, teh, susu, sayuran dan buah. Hindari minuman dengan gula dan kafein yang tinggi.

18. Selalu makan untuk dua orang (Porsi makan terlalu banyak)

Kebanyakan ibu hamil menjadikan kemahamilan sebagai alasan untuk bisa makan dalam jumlah besar. Padahal sebenarnya hal itu dipengaruhi oleh hormon yang membuat aktivitas yang dijalani terasa melelahkan, sehingga jumlah makanan yang dikonsumsi menjadi lebih banyak. Porsi makan selama masa kehamilan pada trimester pertama seharusnya tidak perlu ditambah, asalkan kebutuhan nutrisi sudah tercukupi.

Hanya saja memasuki trimester kedua, kamu hanya perlu menambah 200 kalori ekstra per hari dan 300-400 kalori per hari selama trimester ketiga. Untuk mengurangi kebiasaan porsi makan yang terlalu berlebihan, usahakan mengontrol pikiran dan perasaan dalam mengonsumsi setiap makanan yang ada di depan mata.

Kenaikan berat badan akibat porsi makan yang terlalu banyak dapat berdampak buruk untuk kesehatan janin di dalam kandungan. Kalori tubuh yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas, hipertensi hingga diabetes gestasional.

19. Memelihara binatang peliharaan seperti kucing atau anjing

Buat kamu yang gemar memelihara kucing ataupun anjing, sebaiknya hindari dulu aktivitas membersihkan kandang dan kotorannya selama masa kehamilan. Pasalnya, kotoran binatang peliharaan tersebut biasanya mengandung parasit Toxoplasma gondii. Jika nekat membersihkan kotorannya, kamu bisa terkena toksoplasmosis. Kondisi ini bukan hanya berbahaya untukmu, tapi juga untuk janin di kandunganmu.

Efek dari infeksi ini bisa ringan hingga parah. Kelahiran prematur dan kerusakan organ mata, kulit, dan otak merupakan beberapa masalah kesehatan yang dapat dialami janin jika kamu terinfeksi parasit ini. Lebih parahnya lagi, terpapar parasit Toxoplasma gondii kerap kali tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak ibu hamil yang tidak sadar bahwa dirinya terlah terinfeksi. Bila kamu pernah membersihkan kotoran kucing atau anjing dari kandangnya atau merasa memiliki risiko tinggi terinfeksi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

20. Menggunakan semua jenis obat nyamuk

Bagi yang tidak tahu, ternyata menggunakan obat nyamuk dalam bentuk apapun dapat membahayakan janin lho. Pasalnya semua jenis bahan anti nyamuk dalam berbagai macam bentuk umumnya mengandung bahan peptisida. Banyak bahaya yang bisa muncul untuk janin jika ibu hamil memakai bahan anti nyamuk. Anti nyamuk bakar bisa menyebabkan gangguan paru-paru pada janin, anti nyamuk semprot bisa menyebabkan penyakit ginjal dan anti nyamuk dalam bentuk oles bisa menyebabkan janin keracunan. Jadi lebih baik kamu menggunakan filter nyamuk atau bahan alami untuk menghindari gangguan nyamuk.

21. Menyetir terlalu lama

Kebiasaan Sepele Yang Harus Dihindari Saat Sedang Hamil

photo via autologia.cl

Buat para ibu hamil yang terbiasa kemana-mana mengendarai mobil sendiri, terlebih yang masih bekerja dan jarak tempat kerja dan rumah lumayan jauh. Ada baiknya, selama masa kehamilan kamu menghindari atau membatasi kegiatan menyetir terlalu lama. Pasalnya menyetir terlalu lama dapat menyebabkan punggung, perut, dan pinggang menjadi lebih cepat lelah. Akibatnya bisa menyebabkan janin lahir lebih cepat atau premature. Bahkan kondisi menyetir yang terlalu lama juga tidak baik untuk pertumbuhan janin dalam rahim ibu hamil.

22. Lupa memakai seat belt di dalam mobil

Selama berpergian menggunakan mobil, ibu hamil diharuskan memakai seat belt karena berguna dalam memberikan keselamatan. Tak hanya untuk keselamatan diri sendiri, janin di dalam kandungan juga akan lebih aman saat kamu menggunakan seat belt selama berkendara dengan mobil. Posisikan seat belt dengan benar yaitu di bawah perut, tidak dalam kondisi memelintir dan berada di antara payudara.

Meskipun terdengar sepele, namun umumnya ibu hamil seringkali lalai dalam pemakaian seat belt di dalam mobil. Alasannya karena selalu mengira jika seat belt dapat membahayakan janin. Padahal saat jika kamu tidak memakai seat belt justru akan membahayakan janin bila terjadi kecelakaan.

23. Mengendarai motor di jalan yang jelek

Mengendarai motor untuk ibu hamil memang aman untuk periode trimester kedua dan ketiga. Namun kamu tentunya juga harus melihat kondisi jalan yang akan dilewati. Jika jalannya mulus tentu tidak akan berbahaya asalkan hati-hati. Namun jika jalannya banyak berlubang dan tidak rata, maka jangan memaksakan diri kalian untuk melewati jalan tersebut. Jika kalian memaksakan diri untuk melewati jalan tersebut maka kemungkinan besar akan menyebabkan kontraksi pada janin sehingga menyebabkan kelelahan. Bahkan kondisi ini juga bisa menyebabkan keguguran karena janin mengalami shock dalam kandungan.

24. Pekerjaan yang melibatkan produk berbahan kimia

Pekerjaan rumah tangga khususnya dalam bersih-bersih memang tak lepas dari produk pembersih berbahan kimia. Mulai dari membersihkan kamar mandi, mengepel lantai, membersihkan kaca jendela, hingga mengusir serangga, semua menggunakan produk berbahan kimia yang beberapa diantaranya tidak aman bagi kesehatanmu dan janin. Pasalnya produk-produk kimia tersebut terlebih produk penyemprot serangga tersebut dapat menguap hingga akhirnya akan terhirup oleh ibu hamil dan dapat membahayakan dan membuat janin menjadi terlahir cacat.

Pada masa-masa ini, lebih baik kamu memakai bahan pembersih yang alami dan aman, seperti soda kue, cuka, atau asam borat, untuk membasmi serangga. Jangan sungkan menanyakan kepada dokter mengenai cara membersihkan rumah yang aman selagi hamil.

25. Terlalu banyak membungkuk

Kebiasaan Sepele Yang Harus Dihindari Saat Sedang Hamil

photo via theconversation.com

Duduk dengan posisi membungkuk juga menjadi aktifitas sepele namun berbahaya bagi ibu hamil selama trimester ketiga. Sikap tubuh ini bisa menyebabkan ibu hamil merasa sakit pada bagian punggung. Selain itu, janin mungkin juga akan mendapatkan posisi tidak nyaman di rahim. Untuk itu ibu hamil harus lebih sering duduk tegak dan memberikan ruang yang layak untuk janin.

26. Diet selama kehamilan

Meskipun makan dengan porsi banyak juga harus dihindari, tapi ibu hamil juga dilarang melakukan diet selama masa kehamilan. Banyak wanita yang merasa khawatir karena selama kehamilan tubuh akan terlihat lebih gemuk. Namun ketika ibu hamil memutuskan untuk diet maka itu merupakan keputusan yang berbahaya. Jika ibu hamil melakukan diet maka itu berisiko membuat ibu hamil dan janin kekurangan gizi. Bahkan janin juga bisa mengalami kecacatan karena kekurangan mineral, nutrisi, zat besi dan sumber makanan sehat untuk ibu hamil. Ibu hamil yang sedang melakukan diet sebaiknya juga tetap menjaga asupan makanan dan memakai ahli gizi selama kehamilan.

27. Mengkonsumsi junk food

Siapa sih yang nggak suka makan junk food? Bahkan ibu-ibu hamil juga bisa ngidam makan junk food selama hamil. Namun, junk food merupakan makanan yang kandungan nutrisinya sangat minim. Sedangkan ibu hamil perlu banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi yang bermanfaat untuk tumbuh kembang si kecil. Untuk itu, penting untuk tetap mengonsumsi makanan yang sehat. Diet yang sehat dan seimbang mendukung berat lahir normal, meningkatkan perkembangan otak janin, dan menurunkan risiko banyak cacat lahir.

Sedangkan jika mengonsumsi makanan cepat saji yang memiliki kadar lemak dan gula yang tinggi akan berdampak buruk pada kesehatan bayi kamu. Juga, dapat menyebabkan kamu mengalami masalah tekanan darah, peningkatan kadar kolesterol, dan kadar gula yang tinggi.

28. Mengkonsumsi kafein berlebih

Bila kamu seorang penggemar kopi, maka kebiasaan kamu meminum kopi pada pagi, siang dan malam hari hendaknya harus dibatasi atau mungkin dihindari selama masa kehamilan. Pasalnya, kafein yang terkandung dalam kopi berfungsi sebagai stimulan dan diuretik. Efek stimulan termasuk meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, keduanya berbahaya selama kehamilan.

Mengonsumsi minuman berkafein secara berlebihan disaat masa kehamilan bisa menyebabkan keguguran janin, bayi lahir dengan berat badan di bawah normal, hingga janin mati sebelum lahir. Tidak hanya memberi dampak buruk bagi janin, kesehatan ibu pun bisa terganggu bila ibu terlalu banyak minum kopi. Beberapa masalah yang bisa ibu alami akibat terlalu banyak kafein, yaitu masalah lambung, nyeri ulu hati, dan anemia.

29. Mengkonsumsi minuman beralkohol

Selain minuman berkafein, minuman beralkohol juga perlu ibu hamil jauhi selama masa kehamilan. Meski dalam jumlah kecil, alkohol dapat mengganggu perkembangan janin dan meningkatkan potensi keguguran.

Saat ibu hamil meneguk minuman beralkohol, aliran darah membawa alkohol melewati plasenta hingga sampai ke janin. Hati janin belum dapat memproses alkohol seperti tubuh orang dewasa. Bila ibu mengonsumsi alkohol terlalu banyak, akibatnya perkembangan sel-sel tubuh bayi akan terganggu. Alkohol diketahui juga dapat merusak sistem saraf dan otak janin serta menyebabkan bayi lahir dengan keterbelakangan mental. Jadi, kebiasaan ini perlu dihentikan saat hamil.

Kebiasaan Sepele Yang Harus Dihindari Saat Sedang Hamil

photo via momjunction.com

30. Kurang tidur

Gerakan bayi yang aktif dimalam hari sampai punggung yang pegal terkadang membuat ibu hamil menjadi tidak bisa tidur dimalam hari. Hal ini membuat ibu hamil menjadi kurang tidur dan istirahat. Padahal perubahan hormon dan fisik yang terjadi di dalam tubuh ibu hamil selama kehamilan menuntut lebih banyak istirahat. Jika kamu kurang tidur justru akan semakin menambah kelelahan. Tidur yang cukup dan berkualitas, serta tubuh bugar sangat penting agar tubuh kamu bisa mempersiapkan diri untuk proses persalinan yang lebih lancar.

31. Melakukan Kegiatan berat

Olahraga itu penting di masa kehamilan sebab bisa membuat tubuh kamu kuat dan memperlancar proses persalinan. Tapi hindari segala jenis olahraga yang besar kemungkinan jatuh atau perut kamu terbentur, seperti sepeda off-road, basket, ski, dan lainnya.

Selain itu hindari melakukan kegiatan berat dan berisiko lainnya seperti menunggang kuda, skydiving, naik roller coaster, atau kegiatan berat lainnya Gerakan yang mendadak dan keras bisa menimbulkan masalah, salah satunya abrupsio plasenta atau terpisahnya plasenta dari dinding rahim.

Jangan pula melakukan aktifitas-aktifitas rumah tangga yang berisiko seperti membersihkan langit-langit rumah yang membuat kamu menaiki kursi atau tangga untuk menggapainya. Tahan hasrat yang muncul untuk membersihkan area yang tidak terjangkau olehmu. Hal ini guna menghindari kecelakaan, misalnya terjatuh saat berdiri di kursi atau tangga.

Selama masa kehamilan, meminta bantuan pasangan untuk menangani pekerjaan rumah tangga yang berisiko membahayakanmu dan janin merupakan solusi terbaik. Namun, jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Saat hamil, kamu juga harus tetap aktif bergerak.

Nah itulah beberapa kebiasaan sepele yang harus dihindari saat sedang hamil. Meskipun banyak kegiatan yang sering kamu lakukan tapi harus dihindari karena masa kehamilan, tetaplah bersemangat dan terapkan pola hidup sehat untuk kebaikan ibu dan si kecil. Semoga bermanfaat guys!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *