Pengaruh Makanan Jaman Sekarang Terhadap Pubertas Dini Pada Anak

5 bulan lalu, by blogunik

Seperti yang kita tahu, setiap anak didunia ini pasti akan mengalami yang namanya masa pubertas. Pubertas atau lebih sering disingkat sebagai puber sendiri merupakan masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, serta pematangan fungsi seksual.

Ciri-Ciri Pubertas

Ciri pubertas pada anak laki-laki

Pada anak laki-laki, umumnya puber ditandai dengan:

  • Pembesaran buah zakar dan penis
  • Tumbuh rambut di ketiak, kemaluan, dan wajah.
  • Pertumbuhan pesat atau growth spurt.
  • Suara menjadi lebih berat

Ciri pubertas pada anak perempuan

Sedangkan pada anak perempuan tandanya adalah:

  • Perkembangan payudara
  • Menstruasi pertama
  • Tumbuh rambut di ketiak dan kemaluan.
  • Pertumbuhan pesat atau growth spurt.

photo via : wiredbugs.com

Ada banyak faktor yang mempengaruhi pubertas seorang anak, sehingga kita tidak bisa mengetahui usia berapa seorang anak akan mengalami masa puber. Seorang anak bisa saja mengalami masa puber lebih cepat atau bahkan lebih lambat dari rentang usia normal.

Meskipun pertumbuhan merupakan hal yang baik bagi anak-anak, namun pubertas yang terlalu cepat atau dini merupakan suatu hal yang tidak wajar. Pubertas yang terjadi lebih cepat sebelumnya dikenal dengan istilah pubertas prekoks. Pada beberapa contoh kasus, pubertas dini menyebabkan pertumbuhan anak perempuan lebih cepat datang, tapi juga cepat berhenti. Seorang gadis yang mengalami pubertas prekoks bisa jadi tinggi ketika masih remaja, tapi berakhir jadi lebih pendek dari orang dewasa umumnya.

Namun sayangnya, dijaman sekarang, pubertas dini malah menjadi fenomena yang kian marak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dikutip dari Orami Parenting, menurut studi yang dilakukan oleh Australian Institute of Family Study di tahun 2015, 40% anak perempuan dan 21% anak laki-laki sudah menunjukkan tanda puber di usia 8 tahun.

Padahal normalnya, masa puber pada anak perempuan dimulai sejak ia berusia 9-14 tahun. Sedangkan pada anak laki-laki akan mengalaminya saat berusia 10-15 tahun. Jadi kalau anak perempuan mengalami masa puber diusia kurang dari 9 tahun dan laki-laki kurang dari 10 tahun maka bisa dikatakan anak-anak tersebut mengalami pubertas dini.

Dampak pubertas dini pada anak

photo via : http://www.youthdynamics.org

Perlu kalian tahu guys, pubertas dini pada anak ini merupakan persoalan yang harus segera disikapi oleh para orang tua. Pasalnya pubertas dini ternyata memberikan efek yang cukup signifikan bagi fisik dan mental anak. Anak-anak yang mengalami pubertas dini akan mengalami perubahan fisik lebih cepat dibanding anak-anak seusianya. Misalnya membesarnya ukuran payudara atau mr.p, tumbuh rambut di area kemaluan dan ketiak atau perubahan suara pada anak laki-laki.

Perubahan tersebut bisa jadi membuat anak panik atau stres akibat belum siap menerima perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Belum lagi jika perubahan fisiknya terlihat menonjol dibandingkan teman sebayanya yang kemungkinan akan membuat si Anak merasa malu atau tidak percaya diri.

Selain itu, pubertas dini juga sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak. Saat puber, bisa jadi tubuh si anak akan berkembang lebih pesat sehingga ia terlihat lebih tinggi dan besar. Namun sayangnya, ketika masa puber berakhir, maka pertumbuhan anakpun otomatis ikut berhenti. Artinya, anak tidak mampu mencapai pertumbuhan maksimal karena pertumbuhan tulangnya lebih cepat matang. Kemungkinan tinggi badan anak justru akan terlihat lebih pendek saat teman sebayanya masih tumbuh berkembang.

Selain perkembangan fisik, pubertas dini juga mempengaruhi perkembangan emosi anak. Anak perempuan yang mengalami pubertas dini emosinya cenderung tidak stabil (moody) dan lebih sensitif. Sedangkan efeknya pada anak laki-laki terlihat pada sikapnya yang lebih agresif, terutama pada lawan jenisnya. Hal ini disebabkan adanya dorongan seksual yang mulai aktif dalam dirinya.

Disamping dapat memengaruhi perkembangan psikologi dan perilaku anak, pubertas dini juga diperkirakan dapat menimbulkan risiko penyakit di kemudian hari. Salah satunya adalah risiko kanker payudara pada perempuan, obesitas, dan tumor otak. Namun, hal ini masih diperlukan penelitian lebih mendalam guna membuktikan bahwa memang ada kaitannya antara pubertas dini dan penyakit-penyakit tersebut.

Faktor penyebab pubertas dini

photo via : /www.today.com

Ada banyak faktor yang menyebabkan kenapa anak-anak bisa mengalami pubertas dini mulai dari faktor lingkungan seperti tontonan sinetron yang berbau pacaran, erotisme, pornografi, film dewasa dalam bentuk kartun, game anak baik offline maupun online seperti GTA, VCD porno, komik bergambar porno dan hal lainnya yang dapat merangsang kematangan seksual pada anak.

Bisa juga karena faktor genetik, gizi, paparan pestisida pada makanan atau pemanis buatan dari makanan kemasan dan makanan cepat saji. Yup guys, asupan makanan ternyata diklaim sebagai salah satu faktor kenapa anak-anak jaman sekarang mengalami masa puber dini. Dari berbagai penelitian, ditemukan bahwa terlalu banyak konsumsi protein hewani, dan pemanis buatan dapat mempercepat menstruasi pertama pada anak perempuan.

Lantas makanan seperti apa yang dapat memicu risiko terjadinya pubertas dini pada anak? Untuk itu, berikut beberapa jenis dan pengaruh makanan jaman sekarang terhadap pubertas dini pada anak! Check this out guys!

Makanan penyebab pubertas dini pada anak

1. Ayam Potong yang disuntik hormon

photo via : http://twistedfood.co.uk

Siapa nih yang sering mengkonsumsi ayam goreng di restoran-restoran siap saji ataupun ayam goreng yang dijual di pinggiran jalan? Rasa gurih dan krispi dari tepung yang menyelimuti daging ayam yang lembut tersebut memang dapat membuat setiap orang selalu ingin memakannya. Bahkan setiap gerai restoran ayam yang ada di Indonesia ini tak pernah sepi pengunjung. Itu membuktikan kalau penikmat fried chicken di Indonesia memang sangat tinggi.

Sekali-kali memakan ayam goreng dari restoran siap saji memang tak ada masalah guys, yang menjadi masalah jika kamu memakan ayam olahan tersebut dengan sering. Perlu kalian tahu, kebanyakan restoran ayam siap saji tidak menggunakan ayam kampung untuk menu ayam mereka melainkan menggunakan jenis ayam broiler.

Ayam broiler sendiri adalah salah satu jenis ayam ras yang dipelihara untuk diambil dagingnya. Ciri khas ayam ini pertumbuhannya yang pesat. Saking pesatnya, ayam ini sudah bisa dipanen atau dikonsumsi pada umur 40 hari sejak ditetaskan. Bahkan saat ini sudah banyak strain yang bisa dipanen pada umur 35 hari.

Nah karena pertumbuhannya yang cepat ini, banyak masyarakat yang mengasumsikan kalau jenis ayam potong yang sering digunakan oleh berbagai restoran siap saji ini telah diberi suntikan hormon guys. Nah suntikan hormon inilah yang memicu terjadinya pubertas dini pada anak.

Memang sih, tak semua restoran ayam ataupun penjual ayam potong yang menjual daging ayam yang disuntik hormon bahkan sebuah penelitian di Amerika Latin yang meneliti hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi ayam potong terhadap risiko terjadinya pubertas dini tidak berhasil membuktikan ada hubungan di antara keduanya.

Namun meskipun begitu, dikutip dari Tribunnews, siapa sangka daging dari ayam potong atau broiler yang diternakkan tersebut membahayakan tubuh manusia.

Ayam ras pedaging yang disuntik vaksin dan mengonsumsi berbagai macam vitamin agar memiliki bobot maksimal, juga disuntik dengan hormon Estrogen.

Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan ginjal dan hipertensi, Dr Zulkhair Ali SpPD KGH dari Rumah Sakit Dr Moehammad Husein (RSMH) Palembang, mengatakan bila hormon Estrogen digunakan petenak ayam, selain untuk mempercepat pertumbuhan juga menambah nafsu makan hewan tersebut.

Tapi sayangnya, hormon akan melekat pada daging yang dikonsumi manusia. Akibatnya, berlebihnya hormon estrogen bisa mengganggu hingga mengubah hormon yang ada di tubuh manusia.

Jika anak lelaki mengkonsumsi daging ayam broiler yang masih melekat hormon Estrogen, maka anak itu cenderung tumbuh seperti perempuan. Ciri fisik perempuan akan dialami oleh pria tersebut, seperti dada yang membesar bahkan mengubah perilaku. Sehingga, cenderung seperti perempuan

Jika seorang anak perempuan sering mengkonsumsi daging ayam broiler yang masih melekat hormon Estrogennya maka si anak akan didorong menstruasi (haid) lebih dini meski di usia yang belum seharusnya.

Untuk mencegah hal ini terjadi, dianjurkan kepada orang tua agar tidak terus menerus memberikan anak-anak makanan ayam potong siap saji. Warga juga harus memilih daging ayam dengan benar dan seksama, jika ingin sehat lakukan hal yang terbaik dengan menghindari makanan yang sudah diketahui resikonya bila dikonsumsi.

2. Junk Food

photo via : timesofindia.indiatimes.com

Siapa sih yang nggak pernah makan yang namanya burger, kentang goreng, hotdog dan lain sebagainya yang bertitlekan junk food? Anak-anak pun yang biasanya susah makan makanan rumah, sangat menyukai makanan ini. Tapi perlu kamu ketahui guys, konsumsi junk food bisa meningkatkan risiko pubertas dini pada anak lho!

Dikutip dari Fimela, Aditya Suryansyah, seorang dokter spesialis anak membenarkan jika pubertas dini ada kaitannya dengan kandungan yang ada di junk food. Ini karena junk food mengandung hormon tertentu yang merespon pematangan di dalam tubuh.

Penelitian yang dilakukan para ahli dan dipublikasikan dengan judul Correlation between Nutrition and Early Puberty in Girls Living in Jeddah, Saudi Arabia di Women’s Health pada tahun 2014 menemukan jika konsumsi daging ayam, daging sapi, kentang goreng dan makanan cepat saji sejenisnya bisa meningkatkan pubertas dini. Adanya zat tertentu pada makanan itu yang memengaruhi pertumbuhan hormon tertentu di tubuh penyebab tubuh jadi lebih dewasa sebelum waktunya.

Agar anak tidak berisiko pada pubertas dini, sebaiknya orangtua memberikan anak nutrisi yang cukup setiap harinya. Ajak anak konsumsi sayur dan buah lebih banyak serta batasi konsumsi junk food.

3. Minuman berpemanis buatan seperti soda

photo via : cellcode.us/

Buat kamu yang memiliki adik atau anak perempuan, mulai sekarang batasi mereka untuk meminum minuman dengan pemanis buatan seperti soda, ataupun minuman sejenisnya. Pasalnya, ternyata minuman semacam itu dapat memicu pubertas dini terutama pada anak perempuan.

Dikutip dari Mirror, Menurut sebuah studi Harvard Medical School. Gadis yang minum setengah kaleng minuman bersoda dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan membahayakan kesehatan yang menyebabkan pubertas dini. Selain itu, minuman dengan tambahan gula dapat mempercepat konsentrasi insulin dan juga meningkatkan konsentrasi pada hormon-hormon sex. Hormon-hormon sex ini normalnya berkembang sesuai periode, namun bisa berkembang lebih cepat jika mengkonsumsi minuman gula terlalu banyak.

Jadi nggak heran kenapa anak-anak yang keseringan mengkonsumsi soda dapat mengalami masa pubertas dini dibanding mereka yang jarang meminum minuman berpemanis buatan tersebut. Selain dapat memicu pubertas dini, ternyata anak-anak yang sering meminum minuman bersoda dan minuman manis lainnya lebih dari tiga kali dalam seminggu dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara.

Itu dia guys, beberapa mekanan jaman sekarang yang dapat mempengaruhi pubertas dini pada anak. Hal ini tidak berarti kamu harus melarang anak ataupun adikmu untuk makan daging ayam, junk food ataupun minuman berpemanis buatan lainnya. Namun kebutuhan untuk meminimalkan daging olahan, daging merah, dan makanan cepat saji perlu ditingkatkan agar pubertas dini bisa dicegah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait