Fenomena Equinox Mampu Meningkatkan Suhu Udara namun Tidak Naik Secara Ekstrim

3 tahun lalu

Indonesia akan mengalami fenomena Equinox pada 21 Maret dan 23 September 2017. Beredar kabar, suhu udara di Indonesia akan mencapai 40 derajat Celsius akibat fenomena ini. Mungkin bagi sebagian orang ada yang belum mengenal apa itu Equinox. Equinox merupakan fenomena alam yang memang benar bisa meningkatkan suhu udara namun tidak menimbulkan suhu udara naik secara ekstrim dan tidak seperti yang dicemaskan oleh isu-isu yang beredar dimana dikatakan bahwa fenomena ini bisa meningkatkan suhu sampai 40 derajat Celcius. Berikut kami paparkan informasi mengenai fenomena Equinox ini sebagai bayangan apa yang akan terjadi pada tanggal 21 Maret dan 23 September 2017 ini.

Equinox adalah salah satu fenomena astronomi yang rutin, dua kali setahun. Biasanya terjadi antara 19-21 Maret dan 22-23 September tiap tahunnya. Dua peristiwa ini bagian dari pergantian musim, terutama di belahan bumi sebelah utara dan selatan yang beriklim subtropis. Tahun ini, Equinox pertama jatuh pada 20 Maret, pukul 11.30 WIB.

Pada Maret, sering disebut sebagai Spring Equinox (Equinox musim semi), terjadi saat peralihan dari musim dingin ke musim panas di daerah beriklim subtropis. Sedang pada September, disebut pula Autumn Equinox (Equinox musim gugur), terjadi saat peralihan dari musim panas ke musim dingin. Pada dua jenis Equinox ini, belahan utara dan selatan Bumi terpapar sinar Matahari secara merata.

Keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, di mana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36 derajat celcius. Memang ada peningkatan suhu udara saat terjadi fenomena Equinox. Namun tak akan sampai mencapai 40 derajat celcius seperti isu hoax yang beredar. Equinox bukan merupakan fenomena seperti Heat Wave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama.

Secara umum kondisi cuaca di beberapa wilayah Indonesia cenderung kering. Beberapa tempat seperti Sumatera bagian utara mulai memasuki musim kemarau. Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.

Sebab terjadinya equinox pada bulan Maret dan September
Equinoks bulan maret ditandai saat matahari melintasi garis khatulistiwa celestial di langit yang melintasi bumi dari Selatan ke utara. Peristiwa equinox ini terjadi pada tanggal 19, 20 maret dan puncaknya menurut pakar ahli BMKG di tanggal 21 maret dan hari sesudahnya terjadi setiap tahun.

 

Fakta lain tentang Equinox :

1. Terjadi 2 Kali dalam Setahun

Equinoks adalah salah satu fenomena astronomi di mana Matahari melintasi garis khatulistiwa. Secara periodik ekuinoks berlangsung dua kali dalam setahun, yakni sekitar tanggal 21 Maret dan 23 September.
Bagi wilayah di Belahan Bumi Utara ekuinoks yang terjadi pada Maret disebut sebagai Vernal (musim semi) Equinox. Sedangkan di Belahan Bumi Selatan disebut Autumnal Equinox.

2. Pertanda Musim Semi

Di Belahan Bumi Utara, astronom dan ilmuwan menggunakan ekuinoks yang terjadi pada Maret sebagai penanda dimulainya musim semi. Musim tersebut berakhir pada akhir titik balik Matahari pada Juni, yakni saat musim panas dimulai.

Sementara itu ahli meteorolgi menyebut musim semi di Belahan Bumi Utara berlangsung tiga minggu sebelum ekuinoks Maret berlangsung, yakni sekitar 1 Maret dan berakhir pada 31 Mei.

Berbeda dengan Belahan Bumi Utara, ekuinoks yang terjadi pada September disebut sebagai hari pertama musim semi di Belahan Bumi Selatan.

 

 

3. Panjang Waktu Siang dan Malam Sama?

Menurut pengetahuan konvensional, saat ekuinoks terjadi seluruh wilayah di Bumi akan mengalami siang dan malam dengan panjang waktu yang sama, dengan masing-masing waktu 12 jam.

Jika ditilik dari asal katanya, equinox berasal dari dua kata latin, yakni aequus yang berarti sama, dan nox yang berarti malam.

Namun berdasarkan realita, banyak tempat di Bumi lebih lama mengalami siang saat ekuinoks. Hal itu terjadi karena dua hal, yakni bagaimana Matahari terbit dan terbenam didefinisikan dan pembiasan atmosfer dari sinar Matahari.

 

4. Waktu Terbaik untuk Menyaksikan Aurora Borealis

Saat kita mulai memasuki ekuinoks September, kesempatan untuk melihat aurora borealis di Belahan Bumi Utara akan semakin besar.
Menurut NASA, ekuinoks merupakan prime time untuk menyaksikan cahaya utara itu. Hal tersebut disebabkan karena kegiatan geomagnetik akan terjadi dua kali lebih sering saat musim semi dan gugur, dibandingkan musim panas dan salju.

 

5. Dirayakan oleh Sejumlah Kebudayaan

Banyak kebudayaan di seluruh dunia merayakan festival untuk menandai ekuinoks yang terjadi pada Maret dan September.
Misalnya saja pada ekuinoks Maret, masyarakat di China melakukan tradisi menyeimbangkan telur, simbol kesuburan, agar mendapat peruntungan dan kesejahteraan.

Tradisi tersebut memicu mitos bahwa hanya pada ekuinoks Maret, telur dapat berdiri secara seimbang. Namun sebenarnya kita bisa menyeimbangkan telur pada hari-hari biasa, tidak harus menunggu saat ekuinoks terjadi.

 

Sumber :
https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/equinox-adalah-fenomena-biasa
http://www.sridianti.com/pengertian-equinox.html
http://global.liputan6.com/read/2887371/5-fakta-menarik-soal-fenomena-equinox-bahaya

Save

Baca Juga