Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah Beserta Contohnya

3 minggu lalu, by blogunik

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah

Seperti yang diketahui bahwa negara Indonesia adalah negara Kepulauan yang terdiri dari beberapa pulau. Pada masing-masing pulaunya pun memiliki ciri khas yang berbeda baik dari adat istiadat maupun budaya, tak terkecuali dengan pulau Jawa. Pulau Jawa sendiri merupakan pemilik etnis mayoritas yang ada di bangsa Indonesia.

Pulau ini juga memiliki begitu banyak jenis pakaian adat Jawa yang mungkin belum begitu banyak orang ketahui. Untuk jenis pakaian adat Jawa sendiri memiliki beberapa macam karena seperti yang diketahui pulau ini terbagi menjadi beberapa provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kali ini Blog Unik akan membahas tentang jenis-jenis dan kelengkapan pakaian adat Jawa Tengah. Seperti yang kita ketahui Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang sampai sekarang masih menjunjung tinggi nilai adat istiadat dan budaya setempat termasuk pakaian adatnya.

Nah untuk itu, berikut beberapa pakaian Adat Jawa Tengah beserta kelengkapannya yang wajib kamu ketahui. Let’s check it out guys!

1. Kebaya

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah - Kebaya

photo via id.pinterest.com/vitaredant

Kebaya adalah jenis blus, tunik, atau atasan tradisional yang dikenakan khusus oleh kaum perempuan. Kebaya berasal dari Bahasa Arab abaya yang artinya pakaian. Secara umum, kebaya terbuat dari bahan yang cenderung tipis dan pemakaiannya dipadukan dengan kain batik, sarung atau songket. Kebaya Jawa Tengah memiliki ciri khas tersendiri, biasanya berwarna hitam dan keemasan. Kebaya ini dipadukan dengan jarit bercorak batik khas Jawa.

Berikut adalah kelengkapan dari kebaya :

  • Pakaian atasan berupa kebaya, kemben, kain tapih pinjung, dan stagen.
  • Bawahannya berupa kain jarik berbagai corak khas Jawa Tengah.
  • Konde yang dihias dengan bunga melati pada bagian atasnya.
  • Berbagai macam aksesoris tambahan seperti cincin, kalung, gelang, subang, dan kipas.

2. Jawi Jangkep

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah - Jawi Jangkep

photo via instagram.com/gabrielmahendraadi

Jika kebaya merupakan pakaian adat Jawa Tengah yanag khusus digunakan untuk wanita, maka pakaian adat Kawa Tengah untuk pria disebut dengan Jawi Jangkep. Asal muasal busana adat yang satu ini adalah dari adat keraton Kasunanan Surakarta.

Jawi Jangkep ini terdiri dari 2 jenis yaitu :

  • Jawi Jangkep, jawi jangkep ini digunakan pada saat acara formal dan resmi saja dengan menggunakan atasan berwarna hitam.
  • Jawi Jangkep Padintenan, jawi jangkep padintenan ini dapat digunakan dalam kegiatan sehari- hari dengan menggunakan atasan berwarna selain hitam.

Untuk kelengkapan yang dimiliki oleh Jawi jangkep adalah sebagai berikut:

  • Penutup kepala yang biasanya berupa destar ataupun blangkon
  • Pakaian atasan dengan desain bagian belakangnya jauh lebih pendek karena digunakan untuk tempat menyimpan keris
  • Stagen
  • Epek, lerep dan timang yang digunakan sebagai sejenis ikat pinggang
  • Kain bawahan biasanya motif dan corak menyesuaikan dengan pasangan wanitanya
  • Wangkingan atau keris
  • Canilan atau selop sebagai alas kaki

3. Kanigaran

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah - Kanigaran

photo via blog.elevenia.co.id

Pakaian adat Jawa Tengah selanjutnya adalah Kanigaran. Kanigaran merupakan salah satu pakaian adat yang diperuntukkan untuk para golongan bangsawan yang terbuat dari beludru. Biasanya kanigaran berwarna hitam.

Pemakaian dari kanigaran ini dilengkapi dengan kain dodot atau kampuh sebagai bawahannya. Pakaian adat ini juga paling sering dipilih oleh para calon pengantin. Pasalnya kanigaran memiliki nilai dan makna yang sangat tinggi dan kental.

Dikutip dari Yuksinau.id, Kanigaran ini sendiri merujuk pada dandanan khusus pengantin dari keluarga kerajaan di Kesultanan Ngayogyakarta yang disebut paes ageng kanigaran. Riasan ini dipersilakan untuk dipakai oleh masyarakat umum pada masa pemerintahan Sultan HB IX.

4. Basahan

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah - Basahan

photo via id.pinterest.com/hellynasarani

Basahan adalah pakaian adat yang digunakan oleh pengantin wanita. Basahan ini berasal dari warisan kebudayaan Mataram. Sama halnya dengan kanigaran, basahan juga merujuk pada dandanan khusus pengantin dari keluarga kerajaan di Kesultanan Ngayogyakarta yang disebut paes ageng kanigaran.

Pembeda antara dandanan basahan dan kanigaran adalah gaya berpakaiannya. Jika kanigaran mengenakan pakaian luaran berbahan beludru di luar kemben, pada basahan pakaian luaran tersebut tidak ada. Namun riasan dan aksesoris yang digunakan hampir menyerupai pada dandanan paes ageng kanigaran.

5. Surjan

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah - Surjan

photo via instagram.com/vernon.astipa

Surjan merupakan pakaian adat dari Jawa Tengah yang berupa kemeja atasan dan diperuntukkan untuk pria. Surjan ini berlengan panjang dengan kerah tegak dan terbuat dari kain bermotif lurik atau bunga. Zaman dahulu surjan hanya bisa digunakan untuk para bangsawan dan juga abdi keraton.

Nama surjan sendiri diambil dari gabungan dua kata yakni suraksa dan janma hingga disingkat menjadi surjan. Suraksa-janma memiliki arti manusia, namun tak jarang pula yang mengatakan jika surjan berasal dari kata siro dan jan yang bermakna pelita.

Surjan memiliki beberapa kancing yang terpasang di bagian kerah, dada kiri dan kanan, serta dada dekat perut yang memiliki jumlah kancing berbeda di setiap tempat.

Jumlah kancing tersebut memiliki makna tersendiri, yaitu :

  • Di bagian kerah terdapat 6 buah kancing yang dapat melambangkan 6 rukun iman.
  • Di bagian dada kiri dan kanan terdapat 2 buah kancing yang dapat melambangkan 2 kalimat Syahadat.
  • Di bagian dada dekat perut terdapat 3 buah kancing yang dapat melambangkan nafsu manusia yang harus dikendalikan.

6. Beskap

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah - Beskap

photo via masmetcollection.com

Beskap adalah pakaian adat untuk laki-laki dari Jawa Tengah yang mulanya merupakan bagian dari jawi jangkep. Namun seiring dengan perkembangannya beskap lebih sering digunakan secara terpisah. Dengan desain layaknya kemeja lipat dengan kerah yang agak tinggi, kebanyakan dari beskap menggunakan bahan dasar berwarna polos. Di samping kanan dan kiri dari beskap biasanya disematkan beberapa kancing dengan oila menyamping. Layaknya pakaian atasan jawi jangkep, maka bagian belakang dari beskap lebih tinggi untuk meletakkan keris.

Biasanya beskap dipadupadankan dengan jarik yang digunakan untuk menutupi kaki.

Terdapat 4 jenis beskap, yaitu :

  • Beskap gaya Yogya, yaitu beskap yang merujuk pada pakem Keraton Kasultanan.
  • Beskap gaya Solo, yaitu beskap yang terinspirasi dari pakem budaya Keraton Kasunanan.
  • Beskap landung, yaitu beskap dengan bagian depan yang panjang.
  • Beskap gaya kulon.

7. Batik

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah - Batik

photo via hijabbatikmuslimah.blogspot.com

Batik adalah pakaian adat dari Jawa Tengah yang sangat mendunia. Pada 2 Oktober 2009, UNESCO akhirnya mengakui bahwa batik adalah warisan budaya yang berasal dari Indonesia. Sejak saat itulah, batik kian populer dan dikenakan untuk berbagai kesempatan.

Batik ini terdiri dari berbagai macam motif. Motif dari batik sendiri dipengaruhi oleh kondisi geografis dan budaya dari masyarakat setempat. Batik dari daerah yang pesisir biasanya lebih dinamis dalam pemilihan corak dan warnanya dibanding dengan dari daerah yang masih terpengaruh oleh budaya keraton.

Seiring dengan perkembangan zaman, model pakaian batik pun kian beragam. Kain batik tidak hanya berakhir sebagai bawahan untuk kebaya, namun juga sudah kaum perempuan menjadikan batik sebagai gaun maupun atasan. Sehingga tidak terkesan ketinggalan zaman, justru mampu meningkatkan kecintaan akan warisan budaya nasional.

8. Jarik

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah - jarik

photo via kumparan.com

Jarik merupakan pakaian adat Jawa Tengah berwujud sebuah kain panjang yang dikenakan untuk menutupi tubuh hingga sepanjang kaki. Jarik merupakan sebuah kain yang bermotifkan batik dengan berbagai corak khas dari Jawa Tengah. Bagi masyarakat Jawa Tengah, jarik memiliki filosofi tersendiri yaitu sebuah tingkatan dalam hidup.

Pada jaman dahulu jarik ini digunakan oleh pria maupun wanita untuk kegiatan sehari-hari. Tapi seiring berkembangnya zaman, jarik sudah mulai di tinggalkan.

9. Sinjang atau Dodot

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah - Sinjang Dodot

photo via id.carousell.com

Sinjang atau Dodot ini adalah nama dan jenis pakaian adat Jawa Tengah yang dipakai hanya oleh kaum wanita sebagai penutup badan wanita pada bagian bawah. Bahan yang digunakan untuk Sinjang ini adalah kain batik yang memiliki motif batik yang khas.

Keberadaan dari pakaian adat ini juga tidak terlalu penting namun juga dibutuhkan. Sinjung atau dodot ini sudah jarang diketahui oleh generasi muda masa kini karena penggunaannya juga sudah jarang.

10. Kemben

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah - Kemben

photo via myimage.id

Pakaian adat Jawa Tengah selanjutnya yang dipakai oleh kaum wanita adalah Kemben. Pakaian adat Kemben ini dipakai untuk menutupi bagian dada wanita dan sebagian ditutupkan sampai ke pinggul. Jika sudah memakai kemben ini, wanita tidak perlu lagi memakai baju. Tetapi ada juga yang memakai baju meskipun sudah menggunakan kemben. Bahan yang digunakan untuk kemben wanita ini adalah kain jarik berbentuk persegi panjang tapi lebarnya lebih sempit daripada jarik yang dipakai untuk tapih. Motif yang ada pada kemben ini adalah motif batik yang bermacam-macam.

11. Stagen

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah - Stagen

photo via youtube.com (sri wisnu)

Stagen juga merupakan pelengkap dari sebuah pakaian adat saja. Stagen ini berupa gulungan kain yang panjang yang juga dipakai di bagian dalam.

Stagen dapat digunakan untuk menahan jarik agar tidak melorot atau jatuh dan dapat juga digunakan untuk terapi perut agar perut tidak buncit.

Pada laki-laki stagen berfungsi untuk ikat pinggang atau sabuk yang dipakai oleh orang laki-laki sebagai penguat celana yang dipakainya.

Sedangkan pada wanita, stagen ini berfungsi sebagai penguat pakaian bawah wanita dan sebagai penguat atau pengikat perut wanita seperti halnya korset jaman sekarang dan memiliki nama lain Centhing. Tapi kadang kala Centhing ini memiliki lebar yang lebih sempit daripada Stagen.

12. Kain Tapih Pinjung

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah - Kain Tapih Tanjung

photo via artisanalbistro.com

Nama kelengkapan pakaian adat Jawa Tengah berikutnya adalah Kain Tapih Pinjung. Kain tapih pinjung adalah kain yang digunakan pada bagian pinggang dengan cara melilitkannya dari kiri ke kanan mulai dari perut hingga pinggang.

Kain tapih pinjung terbuat dari kain jarik bermotif batik yang digunakan untuk menutupi stagen agar tidak terlihat. Kain tapih pinjung ini hanya dijadikan sebagai penambah dari berpakaian adat khususnya untuk pakaian adat Jawa Tengah.

Kita bisa melihat kain tapih ini dipakai ketika menonton Ketoprak yang dipakai pemainnya atau ketika acara-acara tertentu yang memakai pakaian adat Jawa Tengah.

13. Blankon

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah - blangkon

photo via kompasiana.com

Blankon menjadi salah satu kelengkapan pakaian adat Jawa Tengah yang penting untuk laki-laki. Blankon sendiri adalah penutup kepala yang terbuat dari kain yang diikat. Biasanya blankon bercorak larik. Blankon berfungsi untuk menyembunyikan rambut yang panjang. Konon katanya rambut panjang tersebut adalah aib, maka kita harus selalu menyembunyikan aib tersebut dengan blankon.

Terdapat monjolan dari kain yang dibundel pada bagian belakang blankon. Monjolan tersebut menjadi ciri khas dari blankon itu sendiri. Terdapat pula 2 ikatan pada bagian belakang blankon yang diikat dengan kuat. Dua ikatan tersebut diibaratkan dengan dua kalimat syahadat dan diikat kuat memiliki makna bahwa seseorang harus memiliki pendirian yang kuat.

14. Kuluk

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah - Kuluk

photo via shopee.co.id

Kuluk juga merupakan pelengkap dari sebuah pakaian adat Jawa yang memiliki fungsi hampir sama dengan blankon yaitu menutupi kepala para kaum adam. Penutup kepala bernama Kuluk ini seringkali dipakai pada memepelai pria ketika nikah sebagai perlengkapan baju nikah. Selain dipakai sebagai baju nikah, Kuluk adalah penutup kepala yang dipakai oleh para Raja sebagai pengganti Mahkota.

15. Keris

Nama Kelengkapan Pakaian Adat Jawa Tengah - Keris

photo via goodboyszy.blogspot.com

Keris memang bukan termasuk ke dalam pakaian adat, namun keris merupakan pelengkap paling utama yang harus ada dalam pemakaian adat Jawa Tengah bagi seorang pria.

Nah itulah jenis-jenis dan kelengkapan pakaian adat Jawa Tengah yang wajib kita ketahui. Jadi mana nih yang baru kalian dengar guys?

Artikel Terkait