Khabib Memastikan Diri Sebagai Penguasa UFC Kelas Ringan, Usai Menang Atas Poirier

6 hari lalu

Bagi penggemar Mix Martial Art alias MMA, tentunya nama Khabib Nurmagomedov sudah nggak asing lagi ditelinga kalian. Di Ultimate Fighting Championship (UFC), dia adalah salah satu pegulat terbaik dalam olahraga yang mendapat julukan The Eagle. Khabib merupakan salah satu petarung dari Rusia yang juga seorang muslim.

Dia menjalani debut pertamanya di olahraga Mixed Martial Art (MMA) pada tahun 2008. Dimana kala itu dia berhasil merebut perhatian semua orang dengan empat kemenangan beruntun dalam kurun waktu sebulan. Hingga bukan hal yang mengejutkan jika kemudian dia mendapat julukan The Eagle.

Namun 1 tahun terakhir, Khabib Nurmagomedov tidak ada kabarnya dalam kancah MMA dunia. Hal itu disebabkan karena pada laga terakhirnya, di UFC 229 bulan Oktober 2018, melawan Conor McGregor, Khabib dinobatkan sebagai juara setelah mengalahkan McGregor di ronde keempat. Hal ini menambah rekor apiknya dengan mengantongi 27 kemenangan tanpa tersentuh kekalahan.

Namun sayangnya, kemenangan itu harus tercoreng dengan sebuah insiden, dimana Khabib menyerang kru McGregor. Atas insiden ini, Khabib dijatuhi hukuman skorsing selama 9 bulan dan denda sebesar 500.000 dolar AS.

Hebatnya skorsing selama 9 bulan tersebut tak meredupkan sosok The Eagle dari dunia MMA, hal ini ditunjukannya Khabib usai masa skorsingnya berakhir. Khabib telah mendapatkan kembali ijinnya untuk mengikuti laga UFC 242 dan bertanding melawan Dustin Poirier, yang merupakan sang juara di kelas ringan.

Bertanding di Abu Dhabi, Sabtu 8 Semptember 2019, Khabib Nurmagomedov mampu membuktikan diri sebagai petarung bermental juara dengan mengalahkan Dustin Poirier. Ia menang Technical Knockout (TKO) atas Poirier. Kemenangan tersebut didapatkan setelah Poirier memutuskan menyerah (tap out) saat mendapat kuncian leher dari belakang pada ronde ketiga.

Duel sengit di The Arena, Abu Dhabi, Poirier awalnya mendominasi namun Khabib bisa mengimbangi duel tukar pukulan di awal pertandingan. Petarung asal Dagestan itu sadar, situasi berimbang. Ia tak mau mengambil risiko terkena pukulan telak Poirier.

photo via mma.bg

Dengan perhitungan yang tepat, Khabib berhasil melakukan take down di kesempatan pertama. Poirier terjatuh di pagar pembatas dan harus menghadapi ancaman kuncian dari Khabib.

Ia tidak bisa balik menyerang dan mengunci Khabib dalam posisi ground fighting. Tangan dan kaki Poirier yang terlalu terjaga sehingga The Eagle leluasa mendaratkan sejumlah pukulan ke wajah Poirier.

Setelah tertolong bel di ronde pertama, Poirier sempat mencuri kesempatan dengan memukul Khabib lewat pukulan kanan telak. Khabib sempat goyah dan hal ini membuat Poirier punya kesempatan untuk menekan. Khabib yang tak mau terdesak kembali melakukan take down yang sukses. Poirier gagal menjaga jarak sehingga mudah dijatuhkan. Poirier akhirnya melakukan tap out saat Khabib melakukan rear naked choke alias jepitan pada leher yang membuatnya tak kuasa melanjutkan pertarungan.

Khabib Nurmagomedov berhasil mempertahankan sabuk gelar juara kelas ringan UFC setelah mengalahkan juara interim Dustin Poirier. Kemenangan Khabib tersebut membuat rekor Khabib di ajang Mixed Martial Arts (MMA) menjadi 28-0. Khusus untuk UFC, rekor Khabib adalah 12-0. Hal ini menunjukkan kalau Khabib berhasil mempertahankan status sebagai petarung tak terkalahkan dalam dunia MMA dengan 28 pertandingan selalu menang.

photo via eurosport.ru

Sementara itu, usai kemenangan Khabib atas Poirier, Khabib tampil mengenakan kaus bertuliskan Poirier. Ia pun memberi tahu bahwa kaus tersebut sengaja dikenakannya sebagai dukungan dari aksi sosial yang sedang digalang petarung asal Louisiana, Poirier tersebut.

Baca Juga